Indonesia adalah negara di mana hal-hal yang harus dilarang menjadi diperbolehkan. Dan hal-hal yang harus wajar dilakukan dianggap aneh dan ditentang banyak orang. Ya, negeri ini memang terkadang sangat aneh hingga membuat orang yang ada di dalamnya suka terperangah dan berujar: kok bisa begitu, sih? Negeri ini sebenarnya waras atau memang gila?

Ya, mungkin anda satu dari sekian banyak orang yang merasa miris dengan negeri ini. Bahkan punya keinginan untuk pergi dan tak mengetahui hal-hal aneh yang kadang bikin kesal dan geregetan. Inilah beberapa contoh kegilaan yang hanya ada di Indonesia. Oke, mari kita simak dengan sedikit menahan malu.

1. Koruptor yang Tahu Malu dan Bangga dengan Dirinya

Indonesia adalah negara di mana korupsi adalah hal yang biasa. Jika di negara seperti Jepang, orang yang dituduh korupsi akan malu dan mundur dari jabatan. Di negeri ini malah main mulut. Bahkan setelah ditangkap pun tak ada wajah penyesalan yang ditampakkan. Ketika diwawancarai wartawan masih bisa senyum dan tetap berusaha membela diri.

1

Koruptor tak tahu malu [image source]

Selain masalah koruptor yang tetap senyum dan tak merasa bersalah. Indonesia juga belum ada regulasi yang menolak calon anggota dewan yang pernah terlibat kasus korupsi. Akhirnya banyak anggota dewan yang merupakan mantan tahanan ikut maju. Dampaknya, anggota dewan yang lain jadi ikut-ikutan korupsi. Mereka mungkin tidak tahu jika stigma masyarakat zaman sekarang adalah anggota dewan sama dengan koruptor. Oh ya pimpinan daerah juga.

2. Hukum yang Tumpul ke Atas dan Tajam ke Bawah

Sudah menjadi rahasia umum jika Indonesia adalah negara di mana hukumnya bisa dibeli. Bahkan seseorang yang memang salah bisa bebas dan tidak mendapatkan hukuman apa-apa. Kasus-kasus memalukan seperti ini bisa dilihat dari nenek yang dituduh mencuri kayu lalu dihukum dengan berat. Belum lagi kasus Nenek Minah yang hanya karena tiga buah kakao harus masuk bui.

21904_620

nenek aminah [image source]

Padahal di luar sana banyak sekali koruptor yang menggerogoti uang rakyat namun hukumannya sangat ringan. Ada juga kasus penabrakan yang hanya karena anak dari petinggi hukumannya jadi ringan. Hukum di Indonesia benar-benar mengerikan. Mungkin keadilan memang seharga dengan rupiah.

3. Acara TV Tak Berguna Tetap Ditayangkan

Jika dibandingkan dengan negara tetangga, acara TV lokal Indonesia memang terbilang penuh kontroversial. Hal-hal yang harusnya tak pantas ditunjukkan justru ditayangkan dengan sangat gamblang. Bahkan pihak KPI tidak melakukan sensor dan terkesan diam-diam saja meski banyak aduan dari masyarakat. Acara yang harusnya dihentikan akhirnya tetap nangkring di jam-jam prime time.

anak-jalanan-RCTI-11

Sinetron anak jalanan [image source]

Pihak KPI suka sekali mengeluarkan teguran. Ya, hanya sebatas teguran saja. Toh akhirnya tak ada wewenang untuk menghentikan acara. Parahnya lagi, acara yang harusnya tak patut ditonton itu justru diminati oleh banyak sekali orang. Jadi, siapa sebenarnya yang salah? KPI? Pihak stasiun TV? Atau kita semuanya?

4. Bangga Sudah Membunuh Satwa Langka

Salah satu dampak buruk dari media sosial adalah banyaknya orang yang terobsesi untuk pamer. Entah itu pamer tulisan atau pun foto. Akhirnya banyak orang dengan bangganya memamerkan apa yang mereka dapatkan dalam foto. Salah satu yang paling memalukan, atau bahkan mengerikan adalah foto dengan makhluk yang harusnya langka.

harimau-sumatera-disiksa-dan-dipamerkan-rev2

bangga bunuh harimau [image source]

Banyak orang tidak tahu jika membunuh hewan itu melanggar hukum. Bahkan bisa dipenjara dan denda. Yang mereka lakukan hanyalah pamer sambil memegang hewan tak berdosa itu. Hal-hal melakukan seperti ini sebenarnya sering terjadi di Indonesia. Sayangnya, banyak orang terus mengulanginya hingga berkali-kali.

5. Bangga Jika Sudah Berfoto dan Merusak Tempat Wisata

Indonesia memiliki banyak orang yang hanya demi satu potret foto saja rela melakukan perusakan. Kasus paling hangat adalah perusakan Kebun Amarilis di Yogyakarta. Banyak orang, terutama anak muda yang doyan eksis menginjak bunga-bunga tanpa merasa berdosa. Bahkan mereka merasa bangga telah hadir di lokasi paling hits dan dibicarakan banyak sekali orang di Indonesia.

bunga-lily

kebun bunga amarilis [image source]

Selanjutnya ada jembatan yang ambruk lantaran tak kuat menahan beban. Orang yang keranjingan selfie lupa dengan peraturan dan akhirnya merusak fasilitas yang ada. Dua contoh ini sudah membuktikan betapa bangsa ini memiliki rasa kesadaran untuk menjaga sangat rendah. Faktor kesenangan sesaat membuat mereka rela melakukan apa saja. Apa kata yang tepat untuk mendeskripsikan mereka selain kata gila dan memalukan?

Inilah lima kegilaan terparah yang hanya terjadi di Indonesia. Lima contoh di atas sudah seharusnya menampar kita semua. Kok bisa hal-hal semacam ini terjadi di NKRI yang dibangun dengan susah payah ini. Well, semoga Bung Karno dan pahlawan lainnya tidak menangis melihat kegilaan ini.

No more articles