Kembali ke masa lalu, banyak bangsa-bangsa yang melibatkan hewan-hewan dalam agenda militer mereka. Entah India dengan pasukan gajahnya, atau mungkin Mongolia dengan kuda-kuda girasnya yang sangar itu. Lambat laun penggunaan hewan sebagai alat perang mulai ditinggalkan. Hingga hari ini, kita sudah tidak menemukan hal yang semacam itu. Di samping lantaran eksistensi beberapa jenis hewan sudah mulai berkurang drastis, seperti gajah misalnya.

Meskipun kuda dan gajah jadi yang paling ikonik jika dihubungkan dengan militer, tapi dalam sejarah perang, sebenarnya tak hanya hewan-hewan beringas dan berotot itu saja yang banyak digunakan. Ya, ternyata adalah banyak jenis hewan lainnya yang dipakai sebagai alutsista perang yang handal.

Uniknya, beberapa hewan yang dipakai ini rata-rata dianggap tidak mempunyai kemampuan khusus, padahal sebaliknya, mereka bisa menjadi ancaman serius. Lalu, hewan-hewan unik apa yang konon pernah dipakai untuk perang dan militer? Simak ulasannya berikut.

1. Lumba-Lumba Sebagai Pasukan Perang Bawah Air

Lumba-lumba bukan sekedar hewan lucu yang jago berenang, ia juga memiliki kemampuan unik berupa ekolokasi. Tak cuma itu, konon hewan ini bisa sangat kooperatif asal dibina dengan baik. Dengan alasan ini, diketahui di tahun 1960an Uni Soviet melakukan pelatihan kepada lumba-lumba dengan tujuan militer.

Military-trained-dolphin

Lumba-lumba untuk militer [Image Source]

Ya, Soviet melatih lumba-lumba dengan tujuan mendeteksi penyelam musuh lalu kemudian menyerangnya. Tak hanya itu, lumba-lumba ini juga bisa dipakai sebagai bom hidup untuk menghancurkan kapal-kapal musuh. Tak cuma Soviet, konon Amerika Serikat juga melakukan hal yang sama. Namun ketika dimintai kejelasan mereka menyanggahnya dengan tegas.

2. Kucing Sebagai Mata-Mata Paling Tidak Terlihat

Selain anjing, kucing adalah hewan peliharaan paling diminati semua orang. Berdasarkan hal ini, CIA pun mencoba memanfaatkan popularitas kucing dengan menjadikan hewan lucu ini sebagai mata-mata. Pada tahun 1960an, diketahui CIA membuat program mata-mata kucing bernama Acoustic Cat. Program ini dijalankan dengan cara menanamkan sejumlah alat pengintaian kepada tubuh kucing.

article-2321693-19B04B16000005DC-751_1024x615_large

Mata-mata kucing [Image Source]

Nantinya, kucing yang dilengkapi dengan alat penyadap ini ditempatkan di gedung-gedung tertentu, misalnya kedutaan besar Soviet. Sayangnya, rencana yang disusun begitu apik ini akhirnya gagal ketika CIA mendapati kucing mata-matanya ini mati lantaran ditabrak sebuah mobil.

3. Anjing, Untuk Pasukan Perang Utama

Jika dibandingkan dengan kucing, lebih banyak orang yang takut dengan anjing. Terutama untuk ras yang fisiknya tinggi dan besar. Anjing juga bisa sangat ganas jika dilatih untuk itu. Nah, dengan alasan-alasan seperti ini, akhirnya orang-orang dulu menggunakan anjing sebagai pasukan perang.

Angry-Tibetan-Mastiff-Dog-Picture

Anjing perang [Image Source]

Seperti yang dilakukan Spanyol. Di tahun 1541 mereka melakukan eskpansi ke Peru. Tak hanya membawa pasukan, Spanyol turut membawa anjing-anjing besar keturunan Wolfhounds dan Mastiff. Cara ini sangat efektif ternyata. Penduduk setempat itu ketakutan luar biasa. Bahkan ketika pecah perang, anjing-anjing ini bisa dipakai sebagai senjata yang mematikan.

4. Babi Perang yang Menakutkan

Babi mungkin jadi hewan konsumsi populer, tapi bagi orang-orang dulu hewan satu ini juga bisa dipakai sebagai senjata perang. Ya, meskipun terlihat lemah tapi babi bisa menakut-nakuti gajah yang besar itu. Taktik ini konon pernah dipakai oleh Aleksander Agung ketika melakukan peperangan dengan pasukan gajahnya India.

boar

Babi perang [Image Source]

Babi bakar, dalam arti sesungguhnya, juga dikatakan memberikan rasa takut yang luar biasa kepada gajah-gajah perang. Begitu tahu ada babi yang terbakar dan lari ke arahnya, gajah kebanyakan akan kabur dan ketika itu ia pasti akan melukai banyak orang.

5. Anak Beruang Lucu Sebagai Pasukan Khusus

Di masa Perang Dunia II, Polandia diketahui merekrut seekor anak beruang untuk perang. Bernama Wojtek, beruang lucu ini dikatakan sangat berperan penting dalam beberapa perang. Misalnya pertempuran Monte Cassino di Italia. Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh seekor beruang dalam peperangan?

1

Wojtek [Image Source]

Wojtek ternyata menyemangati para prajurit entah bagaimana caranya. Ia juga membawa banyak persediaan di punggungnya mulai dari peluru sampai alat-alat kesehatan. Alasan kenapa Wojtek sangat terlatih karena ia sudah dirawat sejak bayi oleh militer Polandia. Tak hanya dirawat, ia juga dilatih melakukan manuver-manuver perang. Hasilnya luar biasa. Wojtek tidak pernah mati dalam perang. Di akhir hidupnya ia tinggal dengan nyaman di kebun binatang Edinburg.

Siapa sangka jika ternyata banyak hewan yang bisa dipakai sebagai senjata perang. Hal ini jadi bukti kalau manusia memang cerdas karena bisa membuat hal yang semacam ini. Tapi, di sisi lain, ini juga jadi fakta kalau manusia itu memang serakah. Tak cukup dengan menggunakan artileri, mereka juga memakai hewan sebagai tujuan perang.

No more articles