Tidur meskipun kelihatannya merupakan aktivitas yang tidak produktif, ternyata penting juga lho bagi kita. dengan tidur yang cukup, pikiran bisa jadi lebih fokus sehingga hasil kerja pun tambah bagus. Kalau kurang tidur, jangankan mau bekerja dengan baik, buat buka mata saja susahnya minta ampun.

Kebanyakan Tidur Memang Nikmat, Tapi Efek Buruknya Ada Banyak

Kebanyakan Tidur Memang Nikmat, Tapi Efek Buruknya Ada Banyak Image [source]

Rata rata orang hanya butuh tidur maksimal 8 jam. namun ada pula yang betah tidur seharian di hari hari libur sebagai pengganti malam malam sebelumnya yang banyak begadang. Kebiasaan merapel jatah tidur sehingga tidur pulas enggak bangun bangun sehari penuh ini ternyata enggak bagus bagi kesehatan. Selain bisa terserang pusing pusing, badan tambah lelah hingga mengalami kebingunggan, berikut ini efek negatif dari tidur kelamaan.

1. Tidur kelamaan Ternyata meningkatkan Resiko Kena serangan jantung.

Tidur kelamaan Ternyata meningkatkan Resiko Kena serangan jantung.

Tidur kelamaan Ternyata meningkatkan Resiko Kena serangan jantung. Image [source]

Sebuah penelitian yang dilakukan ti taiwan menunjukkan fenomena aneh. Biasanya orang orang yang kurang tidur lah yang beresiko terkena serangan jantung. Itu karena ketika kurang tidur, maka tekanan darah biasanya naik dan hormon andrenalin di keluarkan dalam jumlah yang lebih banyak. itulah kenapa orang yang kurang tidur sering berdebar debar. Namun dari data yang di kumpulkan di vietnam ini, kebanyakan tidur ternyata juga membuat orang orang beresiko terkena serangan jantung. Jadi baik kurang tidur maupun kebanyakan tidur, bahayanya sama. Ujung ujungnya kena penyakit jantung juga.

2. Kelamaan Tidur Mengindikasikan Bahwa Tidur Kamu Tidak Berkualitas.

Kelamaan Tidur Mengindikasikan Bahwa Tidur Kamu Tidak Berkualitas.

Kelamaan Tidur Mengindikasikan Bahwa Tidur Kamu Tidak Berkualitas. Image [source]

Tidur 8 jam sehari saja sudah cukup. Kalau tidurmu mencapai 10 jam atau bahkan 12 jam berarti ada yang enggak efisien dengan aktivitas tidurmu. Bisa jadi tidurmu tersebut tidak berkualitas. Banyak terbangun atau kurang nyaman. Kalau sering sering kelamaan tidur tapi masih kurang juga, coba identifikasi gangguan tidur apa sih yang sering kamu alami?

3. Kebanyakan Tidur Memicu Munculnya Resiko Kegemukan Atau Obesitas.

Kebanyakan Tidur Memicu Munculnya Resiko Kegemukan Atau Obesitas.

Kebanyakan Tidur Memicu Munculnya Resiko Kegemukan Atau Obesitas. Image [source]

Ketika tidur, jumlah kalori yang di bakar dalam tubuh kita itu sangat sedikit. kalau kita banyak tidur sementara jumlah asupan makanannya normal, maka kelebihan kalori tubuh tersebut akan diubah jadi lemak dan di timbun bawah kulit. Efek akhirnya kamu jadi kegemukan.

4. Kebanyakan Tidur Membuat Gula Darah Naik Sehingga Rentan Mengalami Diabetes.

 Kebanyakan Tidur Membuat Gula Darah Naik Sehingga Rentan Mengalami Diabetes.

Kebanyakan Tidur Membuat Gula Darah Naik Sehingga Rentan Mengalami Diabetes. Image [source]

Diabetes tipe 2 disebabkan karena gula darah terlalu tinggi. Diuabetes ini terjadi sebagai akibat, gagalnya kerja horon insulin yang mengatus gula darah. Kebanyakan tidur ternyata juga membuat tubuh manusia tidak sensitif lagi terhadap keberasaan hormon insulin. Akibatnya gula datah pun naik tak terkontrol. Jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, penyakit diabetes pun mengintai.

5. Kelamaan Tidur Sering Membuat Kepala Terasa Pusing.

Kelamaan Tidur Sering Membuat Kepala Terasa Pusing.

Kelamaan Tidur Sering Membuat Kepala Terasa Pusing. Image [source]

Pengennya tidur lama biar pas bangun terasa seger, ternyata justru kebalikannya. Begitu bangun tidur, kepala justru terasa pusing tujuh keliling. Itu terjadi karena, saat tiur, otak itu kekurangan kafein cairan serta gula darah. Kkepalamu terasa pusing, itu menunjukkan bahwa otak sedang kekurangan nutrisi. Tidur terus sih, kapan dapat nutrisinya?

6. Kelamaan Tidur Bisa Memicu Depresi.

Kelamaan Tidur Bisa Memicu Depresi.

Kelamaan Tidur Bisa Memicu Depresi. Image [source]

Kelamaan tidur sering membuat orang merasa bersalah. Apalagi kalau tugas tugasnya tidak selesai. Rasa bersalah serta jarang ketemu orang ini bisa memicu seseorang mengalami depresi. Kita itu makhluk sosial, jika terus terusan ada d tempat tidur maka kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain pun tidak terpenuhi. Hal ini makin memperparah munculnya depresi

No more articles