Kucing dan anjing adalah dua binatang yang sudah lazim menjadi hewan peliharaan manusia. Kedua hewan tersebut terlihat akrab dengan sang pemilik bahkan tak jarang dari mereka yang tidur seranjang dengan pemiliknya. Binatang seperti ini kadang mendapat perlakuan khusus dari majikan layaknya manusia.

Tpi pernahkah kamu tahu manusia-manusia yang bersahabat dengan hewan buas seperti gorila, aligator atau bahkan ular piton? Nyatanya di dunia ini ada segelintir orang yang berhasil menjalin ikatan baik dengan hewan-hewan buas tersebut. Berikut daftar yang bakal membuat kita semua geleng-geleng kepala.

1. Kisah John Rendall dan Ace Berg yang Bersahabat dengan Singa

Kisah persahabatan manusia dengan hewan buasa pertama datang dari Inggris. Adalah John Rendall dan Ace Berg, dua lelaki asal London, Inggris pada tahun 1969 membeli anak singa di Harrods department store. Dalam setahun singa tersebut tumbuh besar yang membuat dua lelaki ini memutuskan memberikan anak singa tersebut pada balai konservasi di Afrika.

Setelah beberapa tahun dua lelaki ini memutuskan datang ke pusat rehabilitasi di Afrika untuk reuni. Tapi mereka telah diingatkan bahwa kesempatan bertemu singa yang pernah ia pelihara di alam liar sangat kecil bahkan kemungkinan mereka dikenali lebih kecil lagi. Tapi apa yang terjadi, si singa tersebut ternyata masih ingat dan mereka pun reuni layaknya keluarga.

2. Gorila yang Masih Ingat dengan Manusia yang Pernah Merawatnya

Damian Aspinall adalah seorang ahli konservasi sekaligus pemilik organisasi The Aspinall Foundation. Organisasinya didedikasikan untuk konservasi dan pengembang biakan gorila gunung. Setiap tahun organisasi ini rutin melepas gorila yang sudah cukup umur ke alam liar.

Suatu ketika sekitar tahun 2009 Damian Aspinall pernah merawat bayi gorila hingga dewasa sebelum dilepas di hutan Gabon, Afrika. Lima tahun berselang ia mengunjungi Gabon untuk bertemu gorila yang pernah ia rawat. Awalnya ia tidak yakin akan dikenali, tapi apa yang terjadi? Keakrabanpun pecah setelah mereka bertemu, lihat momen keren tersebut dalam video di atas.

3. Aligator yang Diangkat Menjadi Anggota Keluarga

Seorang wanita asal Florida, Mary Thorn pad atahun 2005 silam pernah mengadopsi bayi aligator yang kemudian ia beri nama Rambo. Kesehariannya aligator yang termasuk reptil buas tersebut tinggal serumah dan diperlakukan seperti anggota keluarga lainnya.

Setelah 11 tahun tinggal bersama, Mary memutuskan Rambo untuk diserahkan ke penangkaran karena ukurannya yang sangat besar dan tidak muat lagi tinggal serumah dengannnya. Meski begitu selama 11 tahun tinggal di rumhanya, hewan ini tidak sekalipun pernah melukai Mary atau anggota keluarga lainnya. bahkan setiap hari Rambo selalu akrab bermain dengan anjing peliharaan Mary.

4. Bocak Laki-Laki yang Bersahabat Baik dengan Ular Piton

Uorn Sambath adalah bocah laki-laki yang normal seperti anak-anak sebaya lainnya. Ia senang menghabiskan masa anak-anaknya dengan bermain. Namun yang membedakannya dengan anak-anak sebayanya adalah teman bermainnya. Alih-alih bermain dengan teman sebaya, ia malah memilih menghabiskan waktunya dengan bercengkerama dengan ular piton raksasa.

Ular piton sepanjang lebih dari 5 meter ini ia beri nama Chamreun. Pihak keluarga bocah ini juga tidak khawatir dengan hubungan tidak lazim anaknya tersebut, mereka malah menganggap ular piton tersebut membawa keberuntungan. Pada suatu momen Uorn Sambut menunjukkan kegiatan tidurnya dengan berbantal ular piton. Kalian berani?

5. Simbiosis Mutualisme Antara Gadis Cilik dengan Burung Gagak

Pernah mendengar istilah simbiosis mutualisme? Hubungan saling menguntungkan ini terjadi antara dua makhluk hidup yang berbeda jenis yaitu manusia dengan burung gagak. Gabi Mann, seorang gadis cilik dari Seattle, Amerika Serikat menjalin hubungan baik dengan burung gagak sejak tahun 2011.

Awalnya ia tak sengaja menjatuhkan makanan di taman saat ada burung gagak di sana. Dari sana burung gagak tersebut menjadi sering datang ke rumah, dan Gabi pun sejak itu rutin memberi makan. Sebagai gantinya setiap burung gagak tersebut datang ia selalu membawa oleh-oleh berupa pernak-pernik sepeti kancing baju, potongan logam dan lain sebagainya.

Ternyata hubungan baik dengan hewan buas itu bisa saja terjadi bukan?

No more articles