Pahlawan Indonesia adalah gelar penghargaan tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini diberikan oleh Pmerintahan Indonesia atas tindakan yang dianggap heroic atau sebagai perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga Indonesia.

Sebagian nama-nama pahlawan kita memang disingkat, dan mungkin sebagian dari kita belum mengetahui nama panjang pahlawan yang disingkat itu. Mungkin beberapa yang diketahui yang biasa kita sebut dalam kehidupan sehari-hari kita saja, seperti RA Kartini, KH Dewantara dll. Tapi berikut ini ada beberapa nama panjang pahlawan Indonesia yang mungkin belum kamu tau, berikut ulasannya.

1. HR. Rasuna Said

Sama seperti Kartini, beliau juga salah satu seorang pejuang kemerdekaan Indonesia dan merupakan pahlawan nasional Indonesia. Ia memperjuangkan adanya persamaan hak antara pria dan wanita. Hajjah Rangkayo Rasuna Said lahir di Minanjau, Sumatra Barat pada tangga 14 September 1910 dan meninggal di Jakarta pada tanggal 2 November 1965. Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Ia merupakan keturuanan bangsawan Minang. Ayahnya adalah seorang saudagar Minangkabau dan mantan aktivis pergerakan.

Rasuna said [ Image Source ]

Rasuna said [ Image Source ]

Ia dikenal sebagai sosoknya yang pandai, cerdas dan pemberani. Rasuna sangatlah memperhatikan kemajuan dan pendidikan kaum wanita, ia sempat mengajar sebagi guru namun akhirnya berhenti karena memiliki pandangan bahwa kemajuan kaum wanita tidak hanya bisa didapat dengan mendirikan sekolah, tapi harus disertai perjuangan politik. Setelah kemerdekaan Indonesia, ia aktif di Badan Penerangan Pemuda Indonesia dan Komite Nasional Indonesia. Rasuna Said diangkat sebagai salah satu Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974.

2. A.H Nasution

Jenderal Besar TNI Purnawira Abdul Haris Nasution lahir di Kotanopan, Sumatera Utara tanggal 3 Desember 1918 adalah seorag pahlawan Indonesia yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa G30SPKI. Nasution dilahirkan dari keluarga Batak Muslim. Ia anak kedua dan juga putra tertua dari keluarganya.

Ah nasution [ Image Source ]

Ah nasution [ Image Source ]

Tahun 1935 Nasution pindah ke Bandung untuk melanjutkan studi. Ia bergabung dengan Jerman Nazi untuk mendapatkan pelatihan militer. Ia juga dipromosikan menjadi kopral dan tiga bulan menjadi sersan. Dan kemudian ia juga menjadi perwira. Pada saat peristiwa G30SPKI, Nasution juga ikut diculik.

3. D.I Panjaitan

Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Issac Panjaitan merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia. Lahit di Balige, Sumatera Utara pada 19 Juni 1925 dan meninggal di Lubang Buaya, Jakarta pada 1 Oktober 1965. Ketika Indonesia sudah meraih kemerdekaan, ia bersama para pemuda lainnya membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian menjadi TNI.

Seiring dengan berakhirnya Agresi Militer Belanda ke II, Indonesia pun memperoleh pengakuan kedaulatan. Panjaitan sendiri kemudian diangkat menjadi Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) I Bukit Barisan di Medan. Selanjutnya dipindahkan lagi ke Palembang menjadi Kepala Staf T & T II/Sriwijaya.

Di panjaitan [ Image Source ]

D.i panjaitan [ Image Source ]

Setelah mengikuti kursus Militer Atase tahun 1956, ia ditugaskan sebagai Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat. Ketika masa tugasnya telah berakhir sebagai Atase Militer, ia pun pulang ke Indonesia. Namun tidak lama setelah itu yakni pada tahun 1962, perwira yang pernah menimba ilmu pada Associated Command and General Staff College, Amerika Serikat ini, ditunjuk menjadi Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad). Jabatan inilah terakhir yang diembannya saat peristiwa G 30/S PKI terjadi.

4. S. Parman

Siswondo Parman atau biasa disebut S Parman lahir di Wonosobo, Jawa Tengah pada 4 Agustus 1918 dan meinggal pada 1 Oktober 1965 merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia dan tokoh militer Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia, Parman bergabung Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal Tentara Nasional Indonesia.

S parman [ Image Source ]

S parman [ Image Source ]

Pada akhir Desember 1945, ia diangkat kepala staf dari Polisi Militer di Yogyakarta. Empat tahun kemudian ia menjadi kepala staf untuk gubernur militer Jabodetabek dan dipromosikan menjadi mayor. Parman adalah salah satu dari enam jenderal yang dibunuh oleh anggota Gerakan 30 September pada malam 30 September-1 Oktober 1965.

5. W.R Supratman

Pengarang lagu Indonesia Raya dan pahlawan Indonesia ini mempunyai nama panjang Wage Rudolf Supratman. Lahir 19 Maret 1903 dan meninggal 17 Agustus 1939. Sewaktu tinggal di Makassar, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya yaitu Willem van Eldik, sehingga pandai bermain biola dan kemudian bisa menggubah lagu. Ketika tinggal di Jakarta, pada suatu kali ia membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul. Penulis karangan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II.

W.r supratman [ Image Source ]

W.r supratman [ Image Source ]

Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928, Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum. Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional.

Pahlawan memang harus kita hargai jasa-jasanya. Seperti kata pepatah yang mengatakan bahwa bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Kita bisa hidup enak sepertin sekarang ini merupakan jasa-jasa dari mereka.

Well guys, itu tadi beberapa nama panjang para pejuang yang mungkin diantara kita belum banyak yang tahu. Sekarang bukan alasan lagi untuk tidak menjawab bila ditanya dengan adik atau saudara kita kan. Semoga bermanfaat ya.

No more articles