Di bulan Ramadan umat Islam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Saat berpuasa, bukan cuma lapar dan haus saja yang harus ditahan, tapi juga segala bentuk hawa nafsu termasuk amarah.

Bisa dibayangkan segala godaan yang mungkin muncul saat umat Islam menjalankan puasa, tapi itu bukan apa-apa jika dibandingkan dengan umat Islam sebelum kita. Bayangkan, di bulan kita harus menahan haus, lapar serta hawa nafsu, umat Islam zaman dulu malah terlibat perang besar. Dalam kondisi lemah karena berpuasa, mereka tetap turun berperang demi membela Islam. Berikut ini beberapa perang yang dimaksud.

1. Perang Badar

Umat Islam tentu sudah pernah mendengar tentang perang Badr yang berkobar pada hari Jumat 2 Ramadan tahun ke-2 Hijriyah. Peperangan tersebut terjadi antara umat Islam melawan pasukan Quraisy dari Mekah. Pertempuran luar biasa ini terjadi dengan jumlah pasukan yang tidak berimbang. Tentara Islam hanya berjumlah 313 orang, sementara pasukan Quraish berjumlah seribu orang.

Ilustrasi Perang Badar [Image Source]

Ilustrasi Perang Badar [Image Source]

Meski berperang dalam kondisi berpuasa, kalah jumlah, dan kalah persenjataan, umat Islam tetap berhasil memenangkan pertempuran yang terjadi di lembah antara Madinah dan Mekah tersebut. Perang ini membuktikan bahwa puasa bukan halangan untuk menjadi lemah dan malas. Sebaliknya, umat Islam justru mampu berjaya dalam peperangan meski dalam kondisi berpuasa.

2. Tariq bin Ziyad Mengalahkan Raja Roderick di Spanyol

Tariq bin Ziyad adalah salah satu panglima perang besar Islam. Ia terkenal karena keberaniannya memimpin pasukan Islam bertempur melawan raja Roderick di Spanyol. Raja yang lazim zalim tersebut membuat rakyat tidak tahan dan meminta bantuan kerajaan Islam. Maka Tariq dikirim oleh pemerintahan Bani Umayyah untuk melawan raja tersebut.

Perang dengan Raja Roderick [Image Source]

Perang dengan Raja Roderick [Image Source]

Tariq yang sampai ke Spanyol dengan kapal langsung membakar semua perahu tersebut agar pasukan Islam tidak punya pikiran untuk mundur. Maka terjadilah pertempuran besar antara umat Islam yang dipimpin Tariq bin Ziyad melawah pasukan Raja Roderick. Pertempuran yang terjadi pada 28 Ramadan tahun 92 Hijriyah tersebut dimenangkan oleh umat Islam.

3. Perang Hattin

Perang Hattin terjadi pada 4 Juli 1187 antara Pasukan Salib dari Yerusalem melawan salah satu jendral besar Islam, Salah ad-Din atau yang sering disebut dengan Saladin. Sebenarnya pada awal tahun 1180-an, Saladin dan pihak pasukan Salib setuju untuk melakukan gencatan senjata. Tapi Raynald yang merupakan salah satu faksi pasukan Salib malah mengkhianati kesepakatan dan menyerang pedagang muslim serta menyiapkan pasukan untuk menyerang Mekah.

Ilustrasi Perang Hatin [Image Source]

Ilustrasi Perang Hatin [Image Source]

Karena itulah kemudian terjadi perang Hattin. Namun sekali lagi umat Islam berhasil memenangkan pertempuran dan menaklukan Yerusalem. Pasukan Islam juga menjadi kekuatan militer yang disegani di tanah suci dan mengembalikan Palestina ke tangan umat Islam.

4. Perang Ain Jalut

Pasukan Mongol juga pernah berhadapan dengan tentara Muslim. Pada 3 September 1260, pasukan muslim Mamluk (Turki) berhadapan dengan Mongol yang berada di bawah kekuasaan Mongke Khan. Mongke mengirim surat kepada Sultan Mamluk berisi perintah untuk tunduk dan patuh pada kekuasannya atau Mamluk diserang.

Ilustrasi Pasukan Mongol [Image Source]

Ilustrasi Pasukan Mongol [Image Source]

Karena hal inilah maka terjadi peperangan antara pasukan Islam dan Mongol. Kekuatan keduanya berimbang dengan masing-masing membawa 2 ribu pasukan. Meski awalnya sempat terdesak dan hampir kalah, namun mereka berhasil membalik keadaan. Pasukan Mongol yang dipimpin Kitbuga pun kalah dan pertempuran ini menjadi kekalahan pertama Mongol dalam kegiatan penaklukan mereka yang tanpa henti.

5. Pertempuran Zallaqah

Pertempuran Zallaqah atau disebut juga Sagrajas juga terjadi pada bulan Ramadan tahun 459 Hijriyah. Pertempuran tersebut terjadi antara umat Islam dari dinasti Murabit di Afrika Utara melawan pasukan Alfonso VI dari Kastilia.

Ilustrasi Perang [Image Source]

Ilustrasi Perang [Image Source]

Pertempuran ini dinamasi az-Zallaqah atau yang berarti tanah yang licin karena medan pertempuran yang licin akibat banyaknya darah yang tertumpah. Pertempuran ini berhasil dimenangkan umat Islam, namun korban jiwa yang berjatuhan juga sangat banyak. Setelah peperangan berakhir, Dinasti Murabit akhirnya berdiri di Spanyol sejak tahun 1090 hingga 1147 Masehi.

Malu rasanya kalau kita yang sekarang ini tidak menghadapi situasi seberat mereka tidak menjalani puasa dengan benar. Mereka saja dalam kondisi berpuasa masih tetap mampu terjun ke medan pertempuran, sementara kadang kita sudah lemas dan malas bergerak hanya karena sedang puasa.

No more articles