Yogyakarta adalah salah satu kota yang cukup banyak melestarikan kebudayaannya. Kota ini terletak di Pulau Jawa bagian Tengah. Yogyakarta sangat dikenal dengan peninggalan-peninggalan sejarahnya yang sangat banyak ditemukan disana.

Di Yogyakarta, juga masih sering melaksanakan upcara-upacara adat pada hari tertentu. Seperti pada saat bulan Ramadhan/Syawal, mereka warga Yogyakarta masih melakukan tradisi yang bernama Grebeg Puasa/Syawal. Penyelenggaraan upacara gerebeg diadakan tiga kali dalam setiap tahun, yaitu dalam bentuk upacara: Grebeg Maulud, Grebeg Puasa/Syawal, Grebeg Besar.

1. Apa itu Grebeg?

Grebeg adalah salah satu upacara kerajaan yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh Kraton Kesultanan Yogyakarta. Di dalam upacara grrebeg banyak terangkum unsur-unsur kebudayaan lama Nusantara, seperti religi, bahasa, dan adat istiadat. Dalam upacara Grebeg ini pula dapat disaksikan wujud dari gagasan-gagasan dan alam pikiran religius leluhur.

upacara grebek syawal di yogyakarta

Berbagai ungkapan simbolis dalam Grebeg sesungguhnya banyak mengandung nilai-nilai sosial budaya yang sudah terbukti sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan, keselarasan kehidupan masyarakat dari masa ke masa. Upacara grebeg ini erat sekali kaitannya dengan sejarah perkembangan dan kehidupan beragama di tanah air serta sejarah kerajaan-kerajaan Jawa Islam.

2. Apa Arti Grebeg?

Dalam bahasa Jawa, kata grebeg, gerbeg atau garebeg, bermakna: suara angin menderu. Sedangkan hanggarebeg, mengandung makna mengiring raja, pembesar atau pengantingarebeg di Kesultanan Yog­yakarta dan di Kesunan Surakarta mempunyai makna khusus, yakni upacara kerajaan yang diselenggarakan untuk memperingati hari ke­lahiran Nabi Muhammad SAW, merayakan Idul fitri dan Idul adha.

Grebeg-Syawal-Jogja

Yang baru saja di lakukan pada tanggal 7 Juli 2016 kemarin adalah Grebek Syawal karena diselenggarakan untuk menghormati bulan suci Ramadhan. Dalam bulan suci itulah umat Islam diwajibkan untuk memenuhi rukun Islam yang keempat, yaitu berpuasa sebulan penuh. Disamping itu Garebeg puasa juga dimaksudkan untuk menghormati malam kemuliaan atau Malam Lailatul Qadar yang diperkirakan terjadi antara tanggal 21 bulan Ramadhan sampai 29 bulan Ramadhan.

3. Dimana Upacara Grebeg Dilakukan?

Rangkaian upacara biasanya dipusatkan di dua tempat, yaitu di Tratag Sitihinggil dan di Kompleks Mesjid Besar.Tratag Sitihinggil adalah sebuah bangunan luas berbentuk segi empat memanjang dengan tiang-tiang tinggi tanpa dinding. Dahulu Tratag Sitihinggil beratapkan anyaman bambu dengan tiang-tiang bambu. Semasa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII, tiang-tiang bambu diganti dengan tiang besi dan atapnya diganti dengan atap seng.

grebek di keraton

Ambang pintu depan Mesjid Besar dipergunakan untuk upacara penerimaan sesaji selamatan negeri dan tempat untuk menyambut Sultan setiap kali berkunjung ke Mesjid Besar. Serambi Mesjid Besar merupakan tempat kegiatan tempat kegiatan Sultan pada upacara religius yang disebut pasowanan mulud setiap kali ada Grebeg Mulud dan Grebeg Mulud Dai. Di tempat ini dibacakan riwayat hidup Rasulullah oleh Kyai Kanjeng Pengulu.

4. Apa saja Alat dan Kelengkapan yang di Gunakan saat Upacara?

Pada waktu berlangsung upacara grebeg, salah satu kelengkapan upacara yang selalu diserbu oleh masyarakat adalah gunungan. Gu­nungan merupakan salah satu wujud sesaji selamatan (sajen wilu-jengan-Jw) yang khusus dibuat pada setiap upacara grebeg. Gunung­an terbuat dari berbagai jenis bahan makanan seperti nasi tumpeng, kacang panjang, wajik, telur asin, cabe merah, kelapa muda, pisang dan berbagai bahan makanan lainnya yang ditata sedemikian rupa sehingga menyerupai kerucut atau gunungan.

grebek syawal di yogyakarta

Perangkat lain adalah gamelan beserta Gendhing-gendhing yang khusus dipertunjukkan hanya pada upacara grebeg. Nama gamelan tersebut adalah Kyai Gunturmadu dan Kyai Nogowilogo. Selain itu masih pula terdapat benda-benda upacara yang dapat digolongkan pada Benda Upacara Kerajaan, Benda Upacara Sultan dan Pusaka-pusaka Kerajaan. Semua benda-benda tersebut dipertunjukkan kepada masyarakat terkadang dalam bentuk pameran dalam Acara Sekaten.

No more articles